Apa Itu Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa Inggris: corrupt, yang artinya adalah damage, crash, atau rusak dan nggak sempurna. Dari bahasanya aja, kita sudah tau bahwa korupsi itu berarti segala sesuatu yang nggak lengkap.
Kalau kita memahami ini, maka kita akan sadar bahwa korupsi itu nggak cuma melanda pemerintah saja. Kita pun juga terkadang melakukannya; baik secara sadar maupun nggak sadar. Misalnya aja, ada telor 8 biji, kita bilang 9 biji. Ada makanan 6 piring, kita bilang 7 piring, Semua Itu Sudah Masuk Dalam Katagori Korupsi,
Mengapa Terjadi Korupsi Di Indonesia
1. Korupsi Sudah Hal Biasa Di Indonesia
Korupsi di Indonesia sejatinya sudah mengakar dengan kuat. Bahkan sebelum kata korupsi atau KKN jadi tenar saat Pak Soeharto lengser, korupsi sudah hidup dan membumi di Indonesia. Di zaman-zaman kerajaan seperti Singasari, Majapahit hingga Demak. Korupsi sudah menyusup masuk dan akhirnya membuat kerajaan yang besar ini jadi hancur. Motifnya adalah sama. Memperkaya diri dan ingin mendapatkan kekuasaan yang setinggi-tingginya. Akhirnya perang pun tak bisa dihindarkan.
2. Tidak Ada Hukuman yang Mematikan
Wacana terkait adanya hukuman mati bagi koruptor pernah digulirkan di Indonesia. Namun hal ini tidak pernah terjadi sampai sekarang. Alasannya adalah hukuman mati bagi koruptor dianggap tidak efektif.
3. Korupsi Bukanlah Akhir dari Segalanya, Hidup Masih Berjalan
Korupsi bukanlah akhir dari segalanya. Apalagi beberapa koruptor masih bisa hidup enak, dan nyaman di dalam penjara. Tidak perlu disebutkan siapa orangnya, anda pasti paham. Koruptor masih bisa hidup selayaknya manusia di dalam penjara.
Faktor Apa Yang Mempengaruhi Korupsi
Faktor Yang Mempengaruhi Korupsi Lebih Banyak Terjadi dikarenakan :
1. Kurang Puas Dengan Yang Dia Miliki dan Dapatkan
2. Tertekan Dengan Keadaan Yang Ada
Hal Yang Harus Di Lakukan Untuk Mencegah Korupsi
1. Meningkatkan Keterbukaan Informasi
Dengan Begini Lebih Leluasa Pihak Publik dan Seluruh Kalangan Masyarakat Bisa Mengetahui Seluruh Rincian Keuangan
2. Membangun Sistem Pelaporan Public
Ini Agar Nantinya Jika Salah Satu Masyarakat Mengetahui Terjadinya Korupsi Lebih Mudah Untuk Melaporkan tanpa harus ke pemerintah/ke polisi
3. Kerja Sama dengan Lembaga Anti Korupsi
Dengan Membagun Korelasi di Harapkan Akan Banyak Yang MEngawasi Orang Yang Akan Korupsi

Komentar
Posting Komentar